kamus

Saturday, May 13, 2017

ABSES


Apakah yang dimaksud dengan abses (penimbunan nanah)?
Abses adalah penimbunan nanah, biasanya terjadi akibat suatu infeksi bakteri. Jika bakteri menyusup ke dalam jaringan yang sehat, maka akan terjadi infeksi. Sebagian sel mati dan hancur, meninggalkan rongga yang berisi jaringan dan sel-sel yang terinfeksi. Sel-sel darah putih yang merupakan pertahanan tubuh dalam melawan infeksi, bergerak ke dalam rongga tersebut dan setelah menelan bakteri, sel darah putih akan mati, sel darah putih yang mati inilah yang membentuk nanah, yang mengisi rongga tersebut.
Akibat penimbunan nanah ini, maka jaringan disekitarnya akan terdorong. Jaringan pada akhirnya tumbuh disekeliling abses; hal ini merupakan mekanisme tubuh untuk mencegah penyebaran infeksi lebih lanjut. Jika ssuatu abses pecah didalam, maka infeksi bisa menyebar di dalam tubuh maupun di bawah permukaan kulut, tergantung kepada lokasi abses.

Apakah penyebab penyakit abses (penimbunan nanah)?
Suatu indeksi bakteri bisa menyebabkan abses melalui beberapa cara: (a) bakteri masuk kebawah kulit akibat luka yang berasal dari tusukan jarum yang tidak steril; (b) bakteri menyebar dari suatu infeksi di bagian tubuh yang lain; (c) bakteri yang dalam keadaan normal hidup didalam tubuh manusia dan tidak menimbulkan gangugan, kadang bisa menyebabkan terbentuknya abses.
Peluang terbantuknya suatu abses akan meningkat jika: (a) terdapat kotoran atau benda asing di daerah tempat terjadinya infeksi; (b) daerah yang terinfeksi mendapatkan aliran darah yang kurang; (c) terdapat gangguan sistem kekebalan. Abses bisa terbentuk diseluruh bagian tubuh, termasuk paru-paru, mulutm rektum dan otot. Abses sering di temukan di dalam kulit atau tepat di bawah kulit terutama jika timbul di wajah

Bagaimana gejala klinik penyakit abses (penimbunan nanah)?
Gejala dari abses tergantung kepada lokasi dan pengaruhnya terhadap fungsi suatu organ atau syaraf. Gejalanya bisa berupa: nyeri, nyeri tekan, teraba hangat, pembengkakan, kemerahan, dan demam. Suatu abses akan pecah, maka daerah pusat benjolan akan lebih putih karena kulit diatasnya menipis. Suatu abses di dalam tubuh, sebelum menimbulkan gejala seringkali terlebih dahulu tumbuh menjadi lebih besar. Abses dalam lebih mungkin menyebarkan infeksi keseluruh tubuh

Pantangan makanan penyakit abses (penimbunan nanah)

            Perlu diperhatikan bahwa setiap penyakit yang diderita oleh siapapun tentu sangat perlu memperhatikan pola hidup dan makanan serta minuman yang tentu akan memepengaruhi kondisi tubuh secara keseluruhan, pada prinsipnya tidak ada makanan yang perlu di pantang atau di hindari oleh penderi abses (penimbunan nanah)

Sunday, March 12, 2017

JANTUNG


                                                      
Vena Cava adalah vena utama dalam tubuh yang membawa darah yang banyak mengandung karbondioksida dari kepala dan anggota tubuh bawah ke serambi kanan. Darah ini mengandung CO2 karena darah yang dikandung merupakan darah yang telah melewati sistem oksidasi (pembakaran).
Vena cava terdiri dari 2 bagian yaitu :
1.       Vena cava superior
2.       Vena cava inferior.
Atrium kanan menerima dari vena darah rendah oksigen dan tinggi karbon dioksida; darah ini akan dipindahkan ke ruang kanan bawah atau ventrikel kanan, dan dipompa ke paru-paru.
Atrium kiri menerima dari paru-paru darah tinggi oksigen dan rendah karbon dioksida; darah ini mengalir ke ventrikel kiri dan dipompa kesleruh tubuh

KATUB JANTUNG
1.       Katup Atrioventrikular kanan (Katup trikuspid)
Katup trikuspid membentuk batas antara ventrikel kanan dan atrium. Darah yang terdeoksigenasi memasuki sisi kanan jantung melalui inferior dan superior vena cava. Darah mengumpul ke atrium kanan, dan mengalir melalui katup trikuspid sebelum memasuki ventrikel kanan.
Kemudian, darah keluar dari jantung melalui arteri paru-paru, kemudian darah transit ke paru-paru untuk oksigenasi, Istilah “trikuspid” mengacu pada bagaimana katup dibangun. Yang berarti memiliki tiga lipatan seperti katup, dan ketika menutup katup ini mencegah darah kembali ke atrium kanan. Katup trikuspid bukan satu-satunya katup jantung yang memiliki tiga katup. Di sisi kiri jantung, katup aorta juga dilengkapi tiga katup. Katup ini menjadi batas antara ventrikel kiri dan aorta.
2.       Katup Pulmonal
Katup pulmonal adalah salah satu dari dua katup yang memungkinkan darah untuk meninggalkan jantung melalui arteri. Ini adalah katup satu arah. Darah tidak bisa mengalir kembali ke jantung melalui katup terebut. Katup dibuka oleh tekanan darah yang meningkat dari sistol ventrikel, mendorong darah keluar dari jantung dan masuk ke dalam arteri, Katup ini menutup bila tekanan dalam jantung menurun. Katup pulmonal terletak di ventrikel kanan jantung. Katup pulmonal terbuka ke arteri pulmonalis.
Frekuensi siklus ini tergantung pada denyut jantung. Stenosis katup pulmonal adalah suatu kondisi di mana aliran darah keluar dari jantung terhambat pada katup pulmonal. penyebab paling umum biasanya adalah penyakit jantung bawaan, meskipun penyakit rematik jantung dan tumor karsinoid ganas juga dapat menimbulkan masalah.
3.       Katup Atrioventrikular kiri (Katup mitral)
Katup mitral terletak di antara atrium kiri dan ventrikel kiri. Katup mitral terbuka untuk peningkatan tekanan ketika atrium kiri terisi dengan darah. Darah mengalir ke dalam ventrikel kiri jantung yang mengembang (diastole). Kemudian menutup ketika jantung berkontraksi (sistole) dan darah masuk ke aorta. Proses ini sangat penting untuk fungsi jantung. Kadang-kadang katup mitral tidak menutup dengan benar; ini dikenal sebagai prolaps katup mitral. Hal ini dapat menyebabkan darah bocor dengan cara yang salah, yang dikenal sebagai regurgitasi, yang menyebabkan sesak napas, jantung berdebar, dan nyeri dada.
Namun, dalam banyak kasus, masih ada katup yang cukup ketat untuk mencegah regurgitasi, begitu banyak orang tidak tahu bahwa mereka memiliki prolaps katup mitral. Kadang-kadang, prolaps katup mitral dapat menyebabkan endokarditis infektif. Ini adalah bentuk infeksi yang membuat jantung berdebar, dan harus diobati dengan antibiotik.
4.       Katup Aorta
Katup aorta terletak antara aorta dan ventrikel kiri jantung. Vena Pulmonal mengalirkan darah beroksigen ke atrium kiri jantung, Kemudian melewati katup mitral dan masuk ke ventrikel kiri. Pada setiap tindakan kontraksi jantung, darah beroksigen keluar dari ventrikel kiri melalui katup aorta. Sebagai bagian dari sistem jantung, katup rentan terhadap dua kondisi utama: Jika katup gagal untuk membuka semua jalan, hasilnya adalah stenosis aorta. Penyakit ini mempengaruhi kemampuan darah untuk pindah ke aorta secara efektif, dan dapat terjadi penyumbatan, Jika darah yang mengandung oksigen mengalir ke arah yang salah, fenomena yang disebut regurgitasi aorta akan terjadi. Hal ini disebabkan oleh katup aorta tidak berfungsi dengan benar. Pada dasarnya, darah dipompa ke aorta, tapi katup tidak menjaga dari memasuki kembali ventrikel kiri.

Vana pulmonalis adalah vena yang membawa darah dari paru-paru dan menuangkannya ke atrium kiri jantung. Vena pulmonalis utama muncul dari paru-paru dan bercabang ke dalam vena paru kanan dan kiri. Vena pulmonalis kanan mengumpulkan darah dari paru-paru kanan dan sebaliknya. Salah satu karakteristik khusus dari vena ini adalah bahwa pembuluh darah paru adalah satu-satunya vena yang menjalankan fungsi pengangkutan oksigen darah. Hal ini membuat vena paru-satu-satunya vena untuk mengangkut darah beroksigen.
Arteri pulmonalis Pembuluh nadi (arteri) adalah pembuluh yang membawa darah keluar dari jantung. Semua pembuluh nadi mengalirkan darah yang kaya O2, kecuali arteri pulmonalis, arteri pulmonalsi merupakan salh satu pembuluh darah arteri yang membawa CO2.

Aorta adalah arteri terbesar dalam badan manusia. Bersumber dari bilik kiri jantung dan membawa darah beroksigen kepada semua bagian tubuh dalam peredaran sistemik

Wednesday, December 21, 2016

OTAK

OTAK DAN BAGIANNYA

>
Otak merupakan salah satu organ penting manusia bagi setiap makhluk hidup, salah satunya yaitu manusia. Otak manusia juga merupakan struktur pusat pengaturan yang memiliki volume sekitar 1.350cc dan terdiri dari 100 juta sel saraf (neuron). Otak mengatur dan mengkoordinir sebagian besar gerakan, perilaku dan fungsi tubuh homeostasis seperti detak jantung, tekanan darah, keseimbangan cairan tubuh. Otak manusia bertanggung jawab dalaam mengatur seluruh badan dan pemikiran manusia. Oleh sebab itu ada kaitan erat antara otak dan pikiran. Otak dan sel saraf di dalamnya dipercayai dapat mengubah kognisi manusia. Otak juga bertanggung jawab atasfungsi seperti pengenalan, emosi. ingatan, pembelajaran motorik dan segala bentuk pembelajaran lainnya.  Otak terbentuk dari dua jenis sel: glia dan neuron. Glia berfungsi untuk menunjang dan melindungi neuron, sedangkan neuron membawa informasi dalam bentuk pulsa listrik yang di kenal sebagai potensi aksi. Mereka berkomunikasi dengan neuron yang lain dan keseluruh tubuh dengan mengirimkan berbagai macam bahan kimia yang disebut neurotransmiter. Neurotransmiter ini dikirimkan pada celah yang dikenal sebagai sinapsis. Avertebrata seperti serangga mungkin mempunyai jutaan neuron pada otaknya, vertebrata besar bisa mempunyai hingga seratus miliar neuron.



Bagian-Bagian Otak
A.    Otak Besar (Cerebrum)
Sesuai dengan namanya, otak besar merupakan bagian yang terbesar pada otak. Otak besar merupakan bagian yang membedakan antara otak manusia dengan otak binatang. Dengan otak besar, manusia dapat berpikir, mengendalikan pikiran, berbicara, mengingat, dan bahkan berbicara. Kecerdasan seseorang juga turut diukur berdasarkan kemampuan otak besar. Otak besar dibagi lagi menjadi beberapa bagian yang menyusunnya, yaitu : 
Lobus Frontal, yaitu bagian otak besar yang menduduki bagian terdepan dari sturktur otak besar. Lobus temporal memiliki hubungan dengan perilaku manusia, seperti kemampuan bergerak, kognitif, perencanaan, penyelesaian masalah, kreativitas, pusat control perasaan, seks, dan kemampuan berbahasa. Berdasarkan sebuah penelitian (tahun 1848 olehPhineas P. Gage) ternyata Kerusakan  pada lobus frontalis dapat mengakibatkan perubahan pada perilaku manusia. Pada penelitian yang sudah dilakukan pada manusia ditemukan ternyata kerusakan ini mengakibatkan  karakter seseorang yang sebelumnya tenang dan bersungguh-sungguh bisa berubah menjadi sembrono, tidak bertanggung jawab, resah, kepala batu, dan tidak sopan. 
Lobus Parietal, merupakan bagian otak besar yang berada di tengah. Lobus Parietal berhubungan dengan proses sensorik tubuh berupa tekanan, sentuhan, rabaan, dan lain-lain. 
Lobus Occipital, merupakan bagian otak besar yang berada paling belakang. Bagian otak besar ini memiliki hubungan dengan penglihatan (visual) manusia, sehingga tubuh mampu membedakan segala hal yang dilihat oleh mata. 
Lobus temporal, merupakan bagian otak besar yang berada di bagian samping kiri dan kanan otak. Lobus temporal berhubungan dengan suara (verbal) manusia, sehingga dengan adanya lobus temporal ini, manusia dapat berbicara serta membedakan berbagai bahasa yang digunakan. 
B. Otak Kecil (Cerebellum) Otak kecil merupakan bagian otak yang berada di bawah lobus occipital otak besar, tepatnya di bagian belakang kepala, dan berhubungan dengan leher bagian atas. Otak kecil memiliki hubungan dengan fungsi gerakan manusia, seperti mengontrol gerakan manusia, mengontrol gerak koordinasi antar otot, mengatur keseimbangan tubuh, dan mengatur sikap dan posisi tubuh. Tanpa adanya otak kecil, maka dapat dibayangkan betapa sengsaranya hidup manusia. Gerakan menjadi tidak terkoordinasi dengan baik, sehingga mengakibatkan seseorang tidak dapat menggunakan otot-ototnya untuk melakukan aktivitas. 
C. Batang Otak (Brainsteam)Batang otak ialah bagian otak yang tidak kalah penting dengan otak besar dan otak kecil. Batang otak berada di leher bagian atas dan memanjang hingga sampai ke sumsum tulang belakang manusia. Batang otak mengatur fungsi dasar manusia, seperti mengatur proses pernapasan, proses denyut jantung, proses kerja ginjal, dan hal lain yang vital bagi manusia. Oleh karena itu, di dalam medis dikenal dengan mati batang otak, yaitu suatu keadaan cederanya batang otak yang mengakibatkan orang tersebut mati biologis.
Batang otak terbagi lagi menjadi beberapa bagian, yaitu : 
Otak Tengah (Mesencephalon), merupakan bagian batang otak yang menjadi penghubung antara otak besar dan otak kecil. Otak tengah berhubungan dengan proses penglihatan pada manusia. 
Medulla Oblongata, merupakan titik awal dimulainya saraf yang akan menuju ke tulang belakang sehingga seterusnya akan dilanjutkan ke seluruh tubuh. Medulla oblongata berhubungan dengan pengontrolan fungsi otomatis organ-organ pada manusia. 
Pons, merupakan bagian batang otak yang terletak di bawah medulla oblongata dan mengatur serta meneruskan segala informasi ke bagian otak yang lain. 
D. Sistem Limbik (System limbic) merupakan bagian otak yang terletak di tengah-tengah otak. Komponen system limbic yaitu hipotalamus, thalamus, amigdala, korteks limbic, dan hippocampus.System limbic merupakan bagian otak yang berhubungan dengan alam sadar manusia. Pusat emosi, pusat data, pusat haus, pusat lapar, pusat dorongan seks, dan masih banyak lagi. Bahkan LeDoux mengistilahkan system limbic sebagai tempat duduk bagi segala nafsu manusia, tempat penghargaan, kejujuran, dan tempat bermuaranya cinta dan benci.

STRUKTUR OTAK: Otak manusia terbentuk melalui dua sel, yaitu glia dan neuron. Glia merupakan sel yang melindungi neuron, atau bisa disebut dengan sel pelapis neuron. Sedangkan neuron merupakan sel saraf yang membawa segala informasi yang dibutuhkan tubuh ke otak. Neorun membawa informasi tersebut dalam bentuk potensial aksi.Antara neuron yang satu dengan neuron yang lain saling terkait, sehingga bisa diibaratkan sebagai rantai yang tidak pernah terputus. Neuron yang satu akan membawa informasi berupa potensial aksi ke neuron yang lainnya dengan turut serta membawa bahan kimia yang disebut dengan neurotransmitter. Neurotransmitter ini dibawa dan dikirimkan melalui sinapsis (suatu celah antara neuron). Manusia atau bahkan makhuk hidup lain memiliki ratusan bahkan jutaan neuron yang saling terkait untuk membawa segalam macam informasi ke otak. 
FUNGSI OTAK Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, bahwa otak merupakan organ terpenting di dalam tubuh manusia. Tanpa otak, manusia tidak bisa hidup dan berkembang. Hal ini terbukti dengan fungsi otak yang snagat sacral bagi tubuh. Berikut merupakan rangkuman fungsi-fungsi otak manusia, yaitu :Sebagai pusat regulasi untuk melakukan aktivitas atau bergerak, kognisi, mampu membuat perencanaan, mampu menyelesaikan masalah, memberikan penilaian, merangsang kreativitas pada manusia, mengontrol perasaan, mengontrol perilaku yang berhubungan dengan seksual dan juga mampu berbahasa secara umumØ  Sebagai alat sensor terhadap perasaan misalnya adalah tertekan, tekanan, merespon sentuhan dan menghasilkan rasa sakit.
Ø  Sebagai alat untuk menerjemahkan verbal sehingga seseorang mampu mendengar, mampu menangkap dan memaknai informasi dan mampu menangkap bahasa dalam bentuk suara.Ø  Sebagai pusat masuknya informasi visual untuk deiterjemahkan dalam bentuk penglihatan yang sesuai dengan aslinya. 
Ø  Sebagai pusat pengatur gerakan koordinasi antar otot tubuh dan pengaturan keseimbangan, sehingga seseorang akan dapat bergerak sebagai mana mestinya dan tidak terjatuh.Ø  Berfungsi dalam penerjemahan visual manusia, seperti menggerakkan bola mata, membesarkan atau mengecilkan pupil mata (sesuai cahaya yang masuk), dan juga mengatur gerakan tubuh manusia. 
Ø  Melakukan pengontrolan terhadap fungsi otomatis otak, seperti mengatur detak jantung, mengatur sirkulasi peredaran darah di dalam tubuh manusia, mengatur pernafasan dan juga mengatur sistem pencernaan manusia.Ø  Sebagai penjaga tubuh bai dalam keadaan tertidur atau terjaga. 
Ø  menghasilkan perasaan, pengaturan emosi, pengaturan produksi hormon seperti fungsi hormon testosteron, memelihara homeostasis, menciptakan rasa haus, menciptakan rasa lapar, menciptakan keinginan tentang seks, merangsang perasaan untuk senang, mengatur metabolisme tubuh dan juga mengatur memori jangka panjang manusia.   
GANGGUAN PADA OTAK 
Brainstem


Lobus seebral
Fungsi
gangguan
Frontal






Temporal



Parietal
Dominan




Non dominan



ocipital
Penialain kepribadian bawaan
Keahlian mental kompleks
Abstraksi, membuat konsep, memperkirskakan masa depan



Memeori pendengaran
Memori kejadian yang baru terjadi
Daerah auditorius primer yang mempengaruhi pendengaran

Bicara
Berhitung (matematika)
Topograhi kedua sisi tubuh




Kesadaran sensorik sintesis ingatan yang kompleks


Memori visual penglihatan
Gangguan penialain
Gangguan penialain diri dan kebersihan diri
Gangguan Afek
Gangguan proses fikir
Gangguan motorik

Gangguan memori kejadian yang baru terjadi
Kejang psikomotor
Tuli


Afasia
Agrafia
Disleksia
Akalkulia
Agnosia
Ganggaun sensorik (bilateral)

Disoreantasi
Distorsi konsep ruang
Hilang kesadaran sisi tubuh yang berlawanan

Defisit penglihatan dan but



LAPISAN OTAK (Meningen)

 Menurut Willson (2006), selaput otak terdiri atas tiga lapisan yaitu:   
 Durameter  Selaput keras pembungkus otak yang berasal dari jaringan ikat tebal dan kuat, pada bagian tengkorak terdiri atas selaput (perios) tulang tengkorak dan durameter tropia bagian dalam. Durameter mengandung rongga yang mengalirkan darah dari vena otak, dan dinamakan sinus vena. 
Arachnoidea  Arachnoidea yaitu selaput tipis yang membentuk sebuah balon yang berisi cairan otak meliputi seluruh susunan saraf sentral, otak, dan medulla spinalis. Arachnoidea berada dalam balon yang berisi cairan. Ruang sub arachnoid pada bagian bawah serebelum merupakan ruangan yang agak besar disebut sistermagna. Ruangan tersebut dapat dimasukkan jarum kedalam melalui foramen magnum untuk mengambil cairan otak, atau disebut fungsi sub oksipitalis.  
Piameter  Merupakan selaput tipis yang terdapat pada permukaan jaringan otak. Piameter berhubungan dengan arachnoid melalui struktur jaringan ikat. Tepi flak serebri membentuk sinus longitudinal inferior dan sinus sagitalis inferior yang mengeluarkan darah dari flak serebri tentorium memisahkan serebrum dengan serebelum (Willson, 2006).




SUMBER



Monday, December 19, 2016

PNEUMONIA

BAB I
LATAR BELAKANG

PNEUMONIA sering ditemukan pada anak balita, tetapi juga pada orang dewasa dan pada kelompok usia lanjut. Penyakit ini dapat menyebabkan kematian jika tidak ditangani dan diobai segera. Pada orang dewasa, pneumonia bisa menjadi infeksi yang serius yang dapat berkembang menjadi sepsis yang berptensi mengancap jiwa, pneumonia jugasebagai salh satu penyakit infeksi pada usia lanut, dan masih merupakan problem kesehatan masyarakat karena tingginya angka kematian disebabkan oleh penyakit tersebut sebrbagaia negara termasuk Indonesia (Misnadiarly, 2008 : 69)
Menurut UNICEF dan WHO (tahun 2006), pneumonia merupakan pembunuh anak paling utama yang terlupkan (major “forgotten killer of children”). Pneumonia merupaka penyebab kematian yang lebih tinggi bila dibandingkan dengan total kematian akibat AIDS, malaria, dan campak. Setiap tahun, lebih dari 2 juta anak meninggl karena pneumonia, berarti 1 dari 5 orang balita meninggal dunia. Pneumonia merupakan penyebab kematian paling sering, terutama di negara dengan angka kematian tinggi. Hampir semua kematian akibat pneumonia (99,9%), terjadi di negara berkembang dan kurang berkembang (least developed). (Kemenkes RI, 2010 : 22)
Dari data Ditjen PPM-PL, Depkes RI prevalensi pneumonia balita (1-4 tahun) menurut provinsi tahun 2007 dengan rentang antar provinsi sebesar 0,1 %-14, 8 %. Pravelensi tertinggi adalah Provinsi Gorontalo (14,8%) dan terendah Provinsi Sulawesi Utara (0,1%).
Dari data Kementerian RI di Indonesia prevalensi penemuan pneumonia balita di Indonesia setiap tahhun mengalami peningkatan dari 22,18% tahun 2009, 23% tahun 2010, dan 23,98% tahun 2011 .
Determine pneumonia pada blita adalah faktor host (umur, status gizi, jenis kemlamin, status imunisasi dasar, pemberian ASI, pemberian vitamin A), faktor Agent (Streptocuccus pneumoniae, Hemophilus influenzae dan Staphylococcus aureus), fakor likungan sosial (pekerjaan orang tua, dan pendidikan ibu). Faktor lingkungan fisik (polusi udara dalam ruangan, dan kepadatan hhunian) (Rahmat, 2012) .



BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A.    PENGERTIAN
Pneumonia adalah penyakit batu pilek disertau sesak napas cepat (Misnadiarly, 2008).
Pneumonia adaah infeksi aku pada jaringan paru-paru (alveoli) (evi Indissari, 2009)

B.     ETIOLOGI
Ø  Bakteri
Pneumonia bakteri biasanya didapatkan pada usia lanjut. Organisme gram posifif seperti : Steptococcus pneumonia, S. aerous, dan streptococcus pyogenesis. Bakteri gram negatif seperti Haemophilus influenza, klebsiella pneumonia dan P. Aeruginosa.
Ø  Virus
Disebabkan oleh virus influensa yang menyebar melalui transmisi droplet. Cytomegalovirus dalam hal ini dikenal sebagai penyebab utama pneumonia virus.
Ø  Jamur
Infeksi yang disebabkan jamur seperti histoplasmosis menyebar melalui penghirupan udara yang mengandung spora dan biasanya ditemukan pada kotoran burung, tanah serta kompos.
Ø  Protozoa
Menimbulkan terjadinya Pneumocystis carinii pneumonia (CPC). Biasanya menjangkiti pasien yang mengalami immunosupresi. (Reeves, 2001)

C.     PATOFISIOLOGI
Penumonia dapat terjadi akibat menghirup bibit penyakit di udara, tau kuman di tenggorokan terisap masuk ke paru-paru. Penyebaran bisa juga melalui darah dari luka di tempat lain, misalnya di kulit. Jika melalui saluran napas, agen (bibit penyalit) yang masuk akan dilawan oleh berbagai sisitem pertahanan tubuh manusia. Misalnya, dengan batuk-batuk, atau perlawanan oleh sel-se pada lapisan lenir tenggorokan, hingga gerakan rambut-rambut halus (silia) untuk mengeluarkan mukus (lendir) tersebut keluar .

D.    MANIFESTASI KLINIS
Manifestasi klinis dari bronkopneumonia adalah antara lain:
11.Kesulitan dan sakit pada saat pernafasan
·         Nyeri pleuritik
·         Nafas dangkal dan mendengkur
·         Takipnea
22. Bunyi nafas di atas area yang menglami konsolidasi
·         Mengecil, kemudian menjadi hilang
·         Krekels, ronki, egofoni
33. Gerakan dada tidak simetris
44. Menggigil dan demam 38,8 ° C sampai 41,1°C, delirium
55. Diaforesis
66. Anoreksia
77. Malaise
88. Batuk kental, produktif
99. Sputum kuning kehijauan kemudian berubah menjadi kemerahan atau berkarat
110.Gelisah
111. Cyanosis
·         Area sirkumoral
·         Dasar kuku kebiruan
12. Masalah-masalah psikososial : disorientasi, ansietas, takut mati


E.     PEMERIKSAAN PENUNJANG
  1. Sinar x : mengidentifikasi distribusi struktural; dapat juga menyatakan abses luas/infiltrat, empiema(stapilococcus); infiltrasi menyebar atau terlokalisasi (bakterial); atau penyebaran /perluasan infiltrat nodul (virus). Pneumonia mikoplasma sinar x dada mungkin bersih.
  2. Analisa Gas Darah (Analisa Gas Darah) : tidak normal mungkin terjadi, tergantung pada luas paru yang terlibat dan penyakit paru yang ada.
  3. Pemeriksaan gram/kultur sputum dan darah : diambil dengan biopsi jarum, aspirasi transtrakeal, bronkoskopifiberotik atau biopsi pembukaan paru untuk mengatasi organisme penyebab.
  4. JDL : leukositosis biasanya ada, meski sel darah putih rendah terjadi pada infeksi virus, kondisi tekanan imun memungkinkan berkembangnya pneumonia bakterial.
  5. Pemeriksaan serologi : titer virus atu legionella, aglutinin dingin.
  6. LED : meningkat
  7. Pemeriksaan fungsi paru : volume ungkin menurun (kongesti dan kolaps alveolar); tekanan jalan nafas mungkin meningkat dan komplain menurun, hipoksemia.
  8. Elektrolit : natrium dan klorida mungkin rendah
  9. Bilirubin : mungkin meningkat
  10. Aspirasi perkutan/biopsi jaringan paru terbuka :menyatakan intranuklear tipikal dan keterlibatan sitoplasmik(CMV) (Doenges, 1999)

F.      PENATALAKSANAAN
  1. Kemoterapi
    Pemberian kemoterapi harus berdasarkan pentunjuk penemuan kuman penyebab infeksi (hasil kultur sputum dan tes sensitivitas kuman terhadap antibodi). Bila penyakitnya ringan antibiotik diberikan secara oral, sedangkan bila berat diberikan secara parenteral. Apabila terdapat penurunan fungsi ginjal akibat proses penuaan, maka harus diingat kemungkinan penggunaan antibiotik tertentu perlu penyesuaian dosis (Harasawa, 1989).
  2. Pengobatan Umum
    1. Terapi Oksigen
    2. Hidrasi
      Bila ringan hidrasi oral, tetapi jika berat hidrasi dilakukan secara parenteral
    3. Fisioterapi
      Penderita perlu tirah baring dan posisi penderita perlu diubah-ubah untuk menghindari pneumonia hipografik, kelemahan dan dekubitus.




DAFTAR PUSTAKA
Doenges, Marilynn (2000). Rencana Asuhan Keperawatan, Edisi 3, Jakata : EGC.
meltzer SC, Bare B.G (2000). Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah, Volume I, Jakarta : EGC
Suyono, (2000). Ilmu Penyakit Dalam. Edisi II, Jakarta : Balai Penerbit FKUI.
Herdman, T. Heather (2015). Diagnosa Keperawatan : definisi & klasifikasi 2015-2017, Jakarta :EGC
Moorhead, Sue, Maria Johnson, Meridean L Maas, Elizabeth Swanson, (2015). Nursing Outcomes Claaasification (NOC) Measurement of Health Outcomes
M. Bulechek, Gloria, Howard L. Buctcher, Joane M. Doctherman, Cheryl M. Wagner, (2015). Nursing Interventions Classification (NIC)

http://inmybrain9.blogspot.co.id/2015/07/laporan-pendahuluan-pada-pasien-pnemonia.